Sejarah

Sejarah Berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Pertiwi Indonesia - Jakarta


Sejak ditetapkannya SK Menteri Kesehatan Dan Kesejahteraan Sosial tentang pendirian Pendidikan Tinggi Diploma III Kesehatan, muncullah beberapa komponen masyarakat yang ingin mendirikan lembaga pendidikan tinggi diploma III kesehatan terutama Akademi Kebidanan, namun karena terbentur dengan beberapa syarat baik sarana dan prasarana maupun sumber daya manusia, maka masih banyak yang belum memenuhi syarat untuk berdiri. Terlepas dari itu semua masih banyaknya pemilik lembaga pendidikan kesehatan yang banyak belum berorientasi pada pendidikan sesungguhnya, yang mana hanya berorientasi pada nilai bisnis atau keuntungan belaka, juga banyak lembaga pendidikan tenaga kesehatan yang pemilik dan pengelolahnya ditangani oleh tenaga yang bukan ahlinya atau tidak profesinya, sehingga kualitas dari pendidikan tenaga kesehatan tidak optimal,  dengan melihat situasi yang seperti diatas, maka para bidan berfikir untuk dapat berperan sebagai pengelola pendidikan disamping melayani masyarakat sebagai fungsi pelayanan.

 

Dengan nota bene dari Ikatan Bidan Indonesia cabang Jakarta Selatan, maka berkumpullah para aktivis bidan yang dikomandoi oleh bidan senior yaitu Ibu Hj.Ella Nurlelawati, Am.Keb, SKM, M.Kes, Ibu Hj. Rosmiati, AM.Keb, SKM, M.Kes, Ibu Hj. Maimunah, AM.Keb, SKM, M.Kes, Ibu Hj. Lilik Susilowati, AM.Keb, SKM, M.Kes, Ibu Hj. Yayah Komariah, AM.Keb  dan teman-teman melakukan sebuah proses yang berencana untuk mendirikian Akademi Kebidanan.

 

Seiring dengan berjalannya waktu, maka seluruh anggota badan pendiri bersepakat untuk mendirikan Yayasan Pendidikan yang bernama Yayasan Bhakti Pertiwi Indonesia dengan Akta Notaris : Rini Soemintopura,SH Nomor : 14 tanggal 18 Maret 2002 yang berkedudukan di Jakarta Selatan.

 

Segala persiapan untuk mendirikan Akademi Kebidanan telah digarap dengan serius tentunya dengan dukungan dari berbagai pihak, maka ditetapkanlah sebuah Akademi Kebidanan Bhakti Pertiwi Indonesia yang bertempat di Jln.Swadharma Raya (BNI 46) H. Ridi Nomor. 49 Ulujami Pesanggrahan Jakarta Selatan atau gedung lama sebagai pijakan awal dan gedung baru di Jl. Jeruk Raya No. 11 Jagakarsa Jakarta Selatan sebagai perwujudan untuk membentuk Bidan yang profesional. Akhirnya segala persiapan diperkirakan sudah optimal, sehingga tepatnya pada tanggal 15 Mei 2002 tim visitasi dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah mengunjungi Akademi Kebidanan Bhakti Pertiwi Indonesia, dan dari hasil telaahan para anggota tim, maka Akademi Kebidanan Bhakti Pertiwi Indonesia telah layak didirikan dengan nilai : 87,98. Dengan modal nilai hasil telaahan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta tersebut maka telah di berikan rekomendasi SK Pendirian dengan Nomor : HK.03.2.4.1.1823/2002 tanggal 29 Agustus 2002.

 

Bekerja, Berbhakti dan Profesional dalam sentuhan kemanusiaan, itulah yang selalu kita inginkan sehingga hal tersebut kita jadikan motto Akademi Kebidanan Bhakti Pertiwi Indonesia untuk selalu bekerja keras, berbhakti pada nusa dan bangsa serta agama juga mengutamakan profesionalisme dalam memberikan sentuhan / pelayanan terhadap masyarakat.

 

(STIKES BINA BAKTI PERTIWI INDONESIA)

Apel Pelepasana Siaga Bencana

2013-02-15 - 05:49:pmKebidananadmin

Tim Siaga Bencana STIKES BPI Jakarta I ikut berpartisipasi dalam Apel Pelepasan Tim Siaga Bencana Kementerian Kesehatan RI pada 21 Januar.....Baca Selanjutnya »

Alokasi Anggaran Keperawatan Gangguan Jiwa

2010-07-31 - 10:56:18Kebidananadmin

Kementerian Kesehatan mengalokasikan anggaran khusus untuk pelatihan keperawatan jiwa bagi paramedis di berbagai institusi pelayanan kese.....Baca Selanjutnya »

Hari Kesehatan Nasional Ke-48 Fokus Atasi Penyakit Tidak Menular

2011-01-03 - 10:00:18Kesehatan Masyarakatadmin

Jakarta - Meski Kementerian Kesehatan mengklaim telah berhasil menurunkan masalah penyakit menular dan gizi di tanah air, namun diakui ba.....Baca Selanjutnya »

Kunjungan Angota DPRD Komisi C

2011-02-20 - 11:01:amKegiatanadmin

Rabu, 23 Januari 2013, Poltekkes Kemenkes Jakarta I kedatangan dari Anggota DPRD Komisi C Belitung Timur dan Direktur RSUD Belitung Timur.....Baca Selanjutnya »